Ia bercerita, topik pembicaraan bersama dengan beberapa pengusaha belakangan ini bukanlah mengenai ekonomi, melainkan soal politik Indonesia saat ini, khususnya mengenai pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang akan diadakan tahun depan.
"Memang belakangan ini sebetulnya bukan mendadak, politik kita tensinya agak sedikit naik. Tapi bukan apa-apa ya, karena memang wajar setiap saat menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) baik gubernur atau walikota selalu seperti ini. Tapi memang ini agak istimewa terutama karena pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta," ungkap Jokowi, Selasa (29/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya memperjuangkan, Jokowi pun meminta REI memastikan kepemilikan rumah bagi setiap warga.
Jokowi sendiri mendapat data jumlah kebutuhan rumah di Indonesia saat ini sebanyak 11,8 juta unit. Angka tersebut dinilainya masih sangat tinggi. Namun, ia yakin dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kuartal III yang masih berada pada posisi 5,02 persen, sektor properti masih akan terus tumbuh.
Ia juga berharap kepada pengembang perumahan untuk lebih mengedepankan pembangunan rumah khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mendukung program satu juta rumah pemerintah. Sehingga, pembangunan perumahan yang bertujuan untuk investasi atau untuk kelas menengah ke atas sebaiknya tidak didahulukan.
"Supaya didahulukan dulu rumah untuk MBR, bukan yang untuk investasi misal untuk rumah kedua ketiga. MBR dulu," tegas Jokowi. (gir/gen)