Menurut Heru, rasionalisasi target proyek listrik nasional ini selaras dengan kalkulasi Dewan Energi Nasional (DEN). Hal tersebut sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha, yang menilai program ambisius Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi lebih realistis untuk diselesaikan.
Namun masalah belum selesai. Pasalnya, Heru menyebut tantangan berikut yang masih harus dihadapi pemerintah untuk mengejar angka 19 ribu MW adalah aksi nyata pemerintah memimpin implementasi agar program ini tepat sasaran dan sesuai target.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Namun, implementasinya praktis tertunda hampir sepanjang 2016 karena masalah sinkronisasi kebijakan antar sektor, serta antara pemerintah pusat dan daerah,” kata Heru, Selasa (29/11).
Heru mengingatkan tugas pemerintah tidak sebatas penerbitan peraturan dan terobosan perizinan, tapi juga memastikan implementasi peraturan dan perizinan baru itu. Walaupun 60 persen sumber pendanaan infrastruktur diharapkan dari sektor swasta, namun pemerintah tetap memegang komando kepemimpinan pembangunan infrastruktur.
“Justru kepemimpinan pemerintah dalam mengawal proyek insfrastruktur investasi swasta lebih diuji, daripada bila dibandingkan dengan proyek yang menggunakan sumber pembiayaan negara. Tantangan terbesar Pemerintah adalah merubah paradigma untuk harus mengikhlaskan proyek-proyek yang menarik secara keuangan kepada swasta, dan hanya fokus pada proyek-proyek yang layak secara ekonomis,” katanya.