Chief Marketing Officer Megakarya Propertyndo Awing Priscilla menjelaskan, dua kebijakan yang dibuat otoritas moneter dan fiskal tersebut, terbukti bisa menggenjot pertumbuhan penjualan apartemen yang dibangun perusahaannya dengan cepat.
“Kebijakan itu membuat pembayaran uang muka semakin ringan. Di Megakarya, konsumen hanya perlu menyetorkan uang muka 20 persen yang dapat dicicil sampai 18 kali," kata Awing, Rabu (30/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saat ini, jumlah unit yang telah terjual dari tiga proyek apartemen kami mencapai 900-an unit, dari sebelumnya sekitar 300-an unit di bulan Maret. Bahkan, dua towers kami masing-masing di proyek Jakarta Pavilion dan Ciputat Resort Apartment sudah sold out,” kata Awing.
Dengan semakin banyaknya uang Wajib Pajak (WP) yang direpatriasi ke Indonesia, hal tersebut menurutnya akan turut meningkatkan permintaan hunian di Indonesia.
"Sekarang mereka sudah hitung berapa asetnya dan bisa belanja dengan leluasa di Indonesia. Belanjanya di properti karena itu yang paling menguntungkan," jelasnya.
Selain Jakarta Pavilion dan Ciputat Resort Apartment yang menyasar pada masyarakat kelas menengah, Megakarya juga memiliki dua proyek apartemen lainnya yaitu Bintaro Pavilion untuk kelas menengah ke atas dan Wanakerta Residence, proyek perumahan untuk segmen fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) di Karawang, Jawa Barat. (gen)