"Saya kalau dengar yang namanya impor pangan itu sedih banget," ujarnya, dilansir ANTARA, saat acara pemberian penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/11).
Kendati demikian, sambung Jokowi, beras yang tadinya impor, namun Menteri Pertanian Amran Andi Sulaiman mengklaim tidak ada impor beras tahun ini. Demikian juga dengan jagung, sebelumnya tercatat impor jagung 3,2 juta. Namun, jumlahnya anjlok 60 persen saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah berkomitmen meningkatkan dana desa hingga Rp120 triliun pada tahun 2018 guna mendukung ketahanan pangan nasional. Diharapkan, dana desa ini bisa digunakan untuk membangun irigasi, embung-embung yang bisa dimanfaatkan sebagai kantong air sehingga bisa meningkatkan produksi pangan nasional.
Karenanya, Jokowi meminta, tidak ada lagi laporan masalah impor pangan. Toh, sumber daya alam Indonesia mampu memproduksinya.
"Jangan sampai jagung impor lah, buah impor, kedelai masih impor, garam masih impor. Masa sih, kita tidak bisa memproduksi itu. sumber daya alam kita, tanah kita semuanya sangat mendukung untuk berproduksi dan bisa bersaing dengan negara lain," katanya.
Jokowi meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga kepala desa, penyuluh, peneliti, petani secara bersama-sama mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ia meminta, tahun depan, untuk fokus membangun embung, waduk sebanyak-banyaknya guna membuat penyimpanan air guna mendukung produksi pangan.
"Di negara mana pun yang pertaniannya bagus, kita intip, tengok, ya air. Kalau airnya ada sepanjang tahun bisa berproduksi tidak hanya nunggu hujan saja. Kunci-kunci seperti itu yang harus kita kerjakan," tutur Jokowi.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki kelebihan cadangan air yang banyak, namun dibiarkan melimpah sehingga menyebabkan bencana banjir. Inilah yang perlu dikelola.
Ia juga berjanji akan mengunjungi daerah jika produksi pangannya mengalami peningkatan. "Saya kalau dapat cerita produksi kita meningkat, entah yang namanya cabai, padi, jagung dan kedelai, sudah pasti saya tengok," ungkapnya.
Jokowi juga berjanji kepada Bupati Wajo, Sulawesi Selatan, akan mengunjungi daerahnya jika berhasil membangun embung-embung guna mendorong produksi pangan.
"Saya janjian juga dengan Pak Bupati Wajo, Januari Insya Allah saya akan tengok ke Wajo karena sudah membikin kantong air, membikin embung yang sangat banyak sekali mau saya melihat produksinya juga meloncat saya kira itu yang musti kita kerjakan," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. (bir/gen)