Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menyatakan, pasar saham global tutup bervariasi. Indeks saham di Uni Eropa, Eurostoxx tercatat berhasil menguat 0,43 persen di 3.051,61.
Sementara, di Wall Street AS, indeks Dow Jones stagnan di 19.123,58. Indeks S&P dan Nasdaq masing-masing terkoreksi 0,3 persen dan 1 persen di 2.198,81 dan 5.323,68.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, IHSG pada perdagangan akhir November kemarin berhasil melanjutkan penguatannya secara terbatas sebesar 12,243 poin (0,24 persen) ke level 5.148. Penguatan tersebut ditopang oleh saham perbankan, properti, infrastruktur, dan jasa konstriksi.
Sementara itu, Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang memprediksi IHSG menguat tipis disebabkan nilai tukar rupiah terhadap AS yang sedang menuju Rp13.600. Dalam risetnya, ia memprediksi rupiah bergerak dalam rentang harga Rp13.450 hingga Rp13.640. Sedangkan, IHSG diprediksi berada dalam support 5.103 dan resisten 5.188.
"Rupiah yang akan terus melemah menjadi faktor IHSG menguat tipis, dimotori bargain hunting saham komoditas kecuali emas pada hari ini," ungkap Edwin dalam risetnya. (gir)