Salah satu negara yang kelimpungan menutupi anggaran pemerintah akibat rendahnya harga minyak dunia adalah Rusia.
Beberapa jam usai Rusia mengumumkan pemangkasan produksi, Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan negaranya siap untuk bergabung dengan kesepakatan OPEC untuk menstabilkan pasar minyak global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novak menyebut OPEC telah mengajak negara-negara produsen minyak Non-OPEC untuk bertemu di Doha, Qatar untuk membahas mengenai kesepakatan pemangkasan produksi minyak untuk mendongkrak harga.
Pemimpin de facto OPEC, Arab Saudi, akan menerima porsi pemangkasan terbesar dengan jumlah hampir mencapai 500 ribu bph menjadi 10,06 juta bph.
Di sisi lain, Irak setuju untuk mengurangi produksi 200 ribu bph menjadi 4,35 juta bph. Meski sebelumnya, negara produsen minyak terbesar ke-dua di OPEC ini menolak untuk bergabung.
Sementara, Iran diperbolehkan untuk meningkatkan produksinya dari level Oktober. Ini dianggap sebagai kemenangan besar bagi Teheran yang perlu meningkatkan kepercayaan pasar pasca dihapuskannya sanksi internasional. (gen)