Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo menjelaskan, kenaikan kunjungan wisman ini juga naik jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,38 persen.
"Ini terjadi karena kami terus memperbaiki data pariwisata, selain itu pos lintas batas (PLB) juga kami perbaiki. Mulai Oktober ini saja, kami manfaatkan data roaming dari orang asing yang masuk ke perbatasan Indonesia," ungkap Sasmito, Selasa (1/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling tidak, dalam empat bulan terakhir ini jumlah wisman diatas satu juta," imbuh dia.
Meski total kunjungan wisman naik pada bulan Oktober, tetapi jika dibandingkan dengan bulan September, wisman yang masuk melalui 19 pintu utama tersebut berkurang 0,69 persen dari sebelumnya 946 ribu.
"Ini kalau dilihat Batam memang turun terus, ini nampaknya lampu kuning untuk Bandara Batam. Mungkin perlu perbaikan, karena kalau turun terus gini pastinya perlu ada perbaikan," jelas dia.
Namun, jika dilihat dari segi angka, penurunan wisman reguler paling besar terjadi di Bandara Sam Ratulangi, Manado sebesar 36,45 persen. Sementara, kenaikan kunjungan wisman reguler paling tinggi terjadi di Bandara Adi Sumarmo, Solo sebesar 276,04 persen. (gir/gen)