Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, IHPB sektor pertanian pada November ini mencapai 380,68. Sementara, bulan sebelumnya hanya sebesar 378,33.
Adapun, sektor pertanian masih memberi andil terhadap IHPB November 2016 sebesar 0,12 persen. Kemudian, untuk pertambangan dan penggalian sebesar 0,02 persen, dan industri sebesar 0,16 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dibandingkan dengan inflasi konsumen relatif rendah, karena harga cabe dan bawang," ungkap Sasmito, Kamis (1/12).
"Untuk kelompok bahan bangunan yang harganya naik itu tanah urug, batu bata, sirtu alam, batu split, dan kloset," terangnya.
Bila dirinci, tanah urug naik 2,13 persen, batu bata 1,94 persen, kerikil dan sirtu alam naik 1,04 persen, batu split 0,51 persen, dan kloset atau wastafel naik 0,49 persen.
Selanjutnya, IHPB barang konsumsi dan barang modal pada Oktober 2016 sama-sama meningkat. IHPB naik 0,05 persen dan barang modal naik 0,24 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Namun, IHPB bahan baku turun 0,05 persen. (bir/gen)