"APBN bilang 5,1 persen pertumbuhannya. Saya memperkirakan antara 5,2 sampai 5,4 persen," kata Darmin saat menghadiri Sarasehan 100 Ekonom Indonesia yang digelar INDEF di Jakarta, Selasa (6/12).
Menurut Darmin, target ekonomi dalam APBN dicanangkan berdasarkan perhitungan logis dari kondisi ekonomi saat ini, di mana perlambatan ekonomi global masih terjadi dan diliputi ketidakpastian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konsumsi kita baik. Tidak pernah konsumsinya tumbuh di bawah 5 persen. Selalu tumbuh 5 atau 5,1 atau 5,2 persen," ujarnya.
Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,1 persen ditopang dengan asumsi pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 5 persen, belanja pemerintah 4,8 persen, investasi 6,1 persen, ekspor 0,4 persen dan impor 0,8 persen. (gen)