“Banyak hal yang bisa dilakukan Pertamina untuk semakin membaik dan bisa bersaing di tingkat dunia. Untuk ini Pertamina harus memperoleh dukungan dari pemerintah,” kata Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman, Selasa (6/12).
Dukungan pemerintah yang dimaksud adalah dengan memberi izin Pertamina untuk membereskan sejumlah hal di dalam negeri seperti membangun kilang minyak sampai mengambil blok-blok energi yang sudah habis masa kontraknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jika itu dirasa memberi manfaat besar pada Pertamina, bisa saja pimpinan perusahaan meminta kepada pemerintah dan DPR untuk segera membuat payung hukumnya,” ucapnya.
Direktur Utama PT PIEP Slamet Riadhy, sebelumnya mengemukakan, dari ketiga negara tersebut Pertamina memperoleh produksi 120 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD). Ia juga menyebutkan target produk migas pada 2025 dari ladang-ladang yang dikelola oleh PIEP di luar negeri sebanyak 600 ribu BOEPD, di antaranya, minyak 420 ribu barel per hari dan sisanya gas.
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, akuisisi blok-blok migas di luar negeri akan menjadi salah satu aksi korporasi penting bagi Pertamina. Pada 2030, Pertamina berharap dari ladang-ladang migas di dalam dan luar negeri dapat diperoleh 2 juta BOEPD per hari.
Terkait dengan itu, sampai 2030 Pertamina memperkirakan bakal mengeluarkan belanja modal sebesar US$146 miliar untuk investasi di sektor hulu dan hilir. (gen)