Perusahaan laboratorium dan klinik di Indonesia ini melepas 187,5 juta lembar saham atau setara dengan 20 persen dari total saham perusahaan. Dengan harga awal Rp6.500 per lembar, maka dana yang terhimpun dari IPO sebesar Rp1,22 triliun.
Sayangnya, dalam perdagangan perdana, harga saham Prodia sempat melorot 200 poin atau 3,08 persen ke level Rp6.300 per lembar. Namun, saham berangsur naik dan melonjak 2,31 persen ke level Rp6.650 per lembar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini juga sebagai ajang untuk tahu seberapa besar kepercayaan investor dengan klinik pertama yang ada di bursa," ungkap Dewi, Rabu (7/12).
Perusahaan akan menggunakan sekitar 67 persen dana dari IPO untuk mengembangkan jumlah outlet di Indonesia. Menurut Dewi, pihaknya akan mengembangkan 33 laboratorium dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan.
"Sudah menjadi plan kami, kami kembangkan 33 laboratorium atau outlet dalam waktu tiga sampai empat tahun ke depan," imbuh dia.
Pada perdagangan pertamanya, saham perusahaan hari ini dibuka turun ke level Rp6.300 per lembar dari harga yang ditawarkan perusahaan dalam IPO sebesar Rp6.500 per lembar. Total transaksi sebanyak 25 kali dengan volume saham sebanyak 485 lot, dengan nilai transaksi Rp650,58 juta.
Perusahaan sendiri mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp400-Rp450 miliar. Dana tersebut berasal dari hasil raupan IPO. (gir/gen)