Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menjelaskan, bursa global tadi malam melanjutkan penguatan. Ia merinci, indeks saham di Uni Eropa, Eurostoxx, menguat hingga 1,34 persen di 3.142,24.
Sementara, di Wall Street indeks Dow Jones dan S&P kembali mencatatkan rekor tertinggi baru masing-masing menguat 1,55 persen dan 1,32 persen di 19.549,62 dan 2.241,35, sedangkan Indeks Nasdaq menguat 1,14 persen di 5.393,76.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laju bursa global, lanjut David, juga dipengaruhi hasil pertemuan The Fed pekan depan dan diperkirakan menaikkan tingkat bunganya 25 basis poin menyusul data-data ekonomi AS yang sejauh ini mendukung kebijakan normalisasi The Fed.
Kendati demikian, David memprediksi IHSG hari ini dapat bergerak positif imbas kondusifnya pasar saham global dan kawasan. Selain itu, penguatan rupiah juga diprediksi mempengaruhi psikologis pasar. Dengan demikian, IHSG diprediksi bergerak dengan support 5.300 dan resisten 5.230.
Sementara, analis Asjaya Indosurya William Surya Wijaya melihat pergerakan IHSG hari ini masih dipengaruhi oleh harga komoditas yang bergerak fluktuatif dan keluarnya dana asing (capital outflow). Ia memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.178 dan resisten 5.336.
"Tapi melihat kondisi perekonomian yang masih berada dalam kondisi stabil dan kuat, hal ini dapat menopang bahkan mendorong kenaikan dari IHSG jelang penghujung 2016," terang William dalam risetnya. (gir)