“Kita tidak boleh melakukan ijon. Salah satu bagian dari kredibilitas dan trust muncul dari tindakan kita yang basisnya adalah good governance. Jadi saya tetap bersuara bahwa ini adalah hak dari pembayaran pajak dari tahun yang sekarang, bukan dari yang akan datang," ujar Sri Mulyani di sela acara International Forum on Economic Development and Public Policy di Nusa Dua, Bali, Kamis (8/12).
Alih-alih mengandalkan ijon, bekas Direktur Pelaksana Bank Dunia mengatakan pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan dari wajib pajak (WP) yang belum menjalankan kewajibannya tahun ini. Ia optimistis penerimaan tahun ini mampu mengamankan defisit anggaran yang diperkirakan mencapai 2,5-2,7 persen dari APBN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya akan tetap membersihkan DJP dari praktik-praktik itu. Ijon itu bisa merusak kepercayaan. Kita mencoba untuk membangun kembali suatu governance yang baik, basis potensi pajak kita akan buka, kita akan teliti, kita akan enforce," jelasnya.
Sebagai strategi untuk menutup defisit tahun ini, pemerintah telah menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi rupiah dan valas. Yang terbaru pemerintah telah menerbitkan obligasi valas (global bond) senilai US$3,5 miliar. (gen)