“Bulan ini, sebelum akhir tahun, kelihatannya akan ada kenaikan suku bunga The Federal Reserve,” tutur Bambang, kemarin.
Sebelumnya, The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di rentang 0 – 0,25 persen selama tujuh tahun,dari Desember 2008 hingga Desember 2015. Setelah itu, The Fed menaikkannya sebesar 25 basis poin ke level 0,25 – 0,50 persen dan berlaku hingga kini. Kebijakan moneter itu dipertahankan guna mendorong pertumbuhan pasar tenaga kerja dan mencapai target inflasi AS sebesar 2 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya perkirakan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini,” ujar Chatib di Jakarta.
Alih-alih pada akhir tahun ini, Chatib melihat The Fed baru menaikkan suku bunganya kembali pada kuartal pertama tahun depan. Diperkirakan Chatib, kenaikan suku bunga AS pada kuartal I 2017 setidaknya bisa mencapai 50 basis poin.
Kebijakan kenaikan suku bunga AS tahun depan, menurut Chatib, juga dipicu oleh kebijakan Donald J. Trump sebagai Presiden AS. Dalam kampanyenya, Trump ingin melakukan pembangunan namun mengurangi tarif pajak. Konsekuensinya, defisit anggaran diperkirakan akan melebar dan membuat pemerintah menaikkan porsi utang. (gen)