Direktur Utama SMI Emma Sri Martini menjelaskan, untuk underlying asetnya sendiri bakal terdiri dari pelabuhan, rumah sakit, dan pembangkit listrik. Namun, ia enggan menjelaskan lebih detil di daerah mana proyek tersebut dibangun.
"Kami nggak bisa terlalu disclose, kurang lebih itu yang kira-kira berpotensi untuk bisa distrukturkan dengan skema syariah," kata Emma di Nusa Dua, Bali, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kan operasional UUS nya dulu, kemudian bentuk portofolio berbasis syariahnya, nanti setelah terbentuk baru kami bisa issued sukuk," ungkap Emma.
Sehingga, SMI ingin memanfaatkan kondisi tersebut dengan memasuki pasar syariah yang masih terbilang minim di Indonesia.
"Kami melihat celah itu sebagai kesempatan, karena banyak investor Middle East yang memang memerlukan underlying aset yang berbasis syariah," terang Emma.
Perseroan sendiri telah berencana membentuk UUS sejak 2015. Namun, SMI baru mendapatkan izin dari pihak regulator Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dewan pengawas syariah, dan persetujuan pemegang saham tahun ini. Sehingga, SMI berharap operasional UUS dapat segera berjalan awal tahun depan.