Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan menyatakan, hampir setiap tahun memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) yang secara total telah tersalurkan Rp24,3 triliun. Ia menilai hal tersebut perlu diaudit untuk memastikan PMN betul-betul digunakan untuk membiayai pembangunan.
"Kalau kami tidak melihat catatan yang komprehensif, termasuk dengan rencana kerja yang akan dilakukan, tentu ini jadi catatan tersendiri," katanya seperti dikutip dari Antara, Kamis (8/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heri menilai, belum terdapat laporan yang jelas dari SMI tentang berapa kebutuhan perusahaan dari PMN untuk tahun 2017. Menurutnya hal tersebut penting sebagai bentuk pengawasan DPR terhadap kinerja keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Rencana bisnis khusus untuk PMN kali ini, dinilai Heri bercampur aduk dengan bisnis plan tahun-tahun sebelumnya. Atas dasar hal itu, ia menilai BPK perlu melakukan audit dengan tujuan tertentu atas PMN yang sudah dicairkan sebelumnya.
"Saya berharap ini jadi catatan penting. Kami ingin SMI sebagai alternatif tujuan pembiayaan pembangunan bisa berjalan dengan lebih baik," tutup Heri. (gir/gen)