"Aturan OJK terkait peningkatan kapasitas reasuransi di dalam negeri resmi berlaku November ini. Nah, untuk mengantisipasinya, kami perlu menguatkan struktur permodalan," ujar Robby Loho, Direktur Utama Marein, kemarin.
Perseroan berniat menerbitkan sebanyak-banyak 130 juta saham dengan nominal Rp200 per saham. Saat ini, jumlah modal disetor dan ditempatkan perseroan mencapai Rp77,6 miliar. Melalui aksi korporasi tersebut, modal perseroan diproyeksi meningkat menjadi Rp103,6 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yanto J Wibisono, Direktur Keuangan Marein menyebutkan, perseroan menargetkan premi reasuransi sebesar Rp1,5 triliun hingga akhir tahun nanti. Perseroan membidik pertumbuhan sekitar 39,5 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp1,075 triliun.
Per akhir September 2016, Marein membukukan premi bruto reasuransi sebesar Rp 907,04 triliun atau meningkat 28,87 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu. Realisasi itu baru berkisar 60,4 persen dari target sepanjang tahun.
"Trennya, memang, bisnis reasuransi akan banyak terjadi pada kuartal keempat. Jadi, kami optimistis, sampai akhir tahun tembus Rp1,5 triliun. Salah satu faktonya ya itu tadi, peningkatan kapasitas di dalam negeri," imbuh Yanto.
Dari sisi laba, perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp160 miliar hingga akhir tahun atau naik 18,5 persen ketimbang tahun lalu yang mencapai Rp135 miliar. Per akhir September ini, laba bersih perseroan baru berkisar Rp80,28 miliar. (bir/gen)