Direktur Utama SMI Emma Sri Martini menyatakan, target tersebut ditetapkan sejalan dengan semakin banyaknya pembangunan infrastruktur tahun depan. Sehingga kebutuhan pembiayaan pun semakin tinggi.
"Ini sesuai dengan rencana pemerintah untuk menjadikan infrastruktur sebagai salah satu daya saing di Indonesia, SMI juga optimis melihat 2017," jelas Emma, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian untuk pemerintah daerah (Pemda) sendiri, perseroan bahkan menargetkan pertumbuhan hingga 121 persen dari capaian prognosa 2016 Rp2,8 triliun menjadi Rp6,2 triliun.
Sementara, target komitmen pembiayaan PT PLN (Persero) tidak berubah dari capaian prognosa 2016 yaitu Rp7,5 triliun. Selain itu, target komitmen pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp200 miliar.
Adapun, perseroan menargetkan total outstanding Rp36,5 triliun atau setara dengan kenaikan 39 persen dari raihan prognosa 2016 Rp26,1 triliun.
Target outstanding tersebut terdiri dari target outstanding pembiayaan komersial sebesar Rp27,9 triliun, pembiayaan Pemda Rp1,8 triliun, pembiayaan PLN Rp6,8 triliun, dan pembiayaan berkelanjutan Rp106 miliar.
Adapun, total komitmen hingga Oktober tahun ini berjumlah Rp39,51 triliun dengan total outstanding yang telah disalurkan sebesar Rp21,91 triliun. Sementara, untuk total nilai proyeknya sendiri sebesar Rp175,07 miliar.
"Jadi nilai multiplier effect dari pembiayaan SMI sebesar 4,4 kali," terang Emma.