"Mudah-mudahan, saya bisa membantu untuk mendapatkan penurunan harga sapi bakalan paling tidak AUS$1 per kg. Ini dalam proses pembicaraan kami dengan Menteri Perdagangan Australia Steven Ciobo," terang Menteri Perdagangan Enggartiasto, Jumat (9/12).
Sapi bakalan merupakan sapi yang siap digemukkan untuk nantinya dipotong. Saat ini, kata Enggartiasto, harga sapi bakalan asal Australia ada di kisaran AUS$3,5.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sebagai regulator, pemerintah di kedua negara bisa menerbitkan aturan yang akan berdampak pada struktur harga.
Terkait mekanisme regulasi di kedua negara nantinya, Enggartiasto belum bisa menjelaskan secara detail. Kendati demikian, Enggartiasto menyebutkan, proses negosiasi telah dilakukan sebanyak delapan kali, baik melalui pertemuan langsung maupun tak langsung.
"Jangan kita membicarakan bagaimana isi negosiasinya," tuturnya.
Sebagai informasi, berdasarkan hasil rapat koordinasi terbatas (rakortas), pemerintah menyepakati jatah impor sapi bakalan untuk termin ketiga hingga akhir tahun sebesar 150 ribu ekor dari total 600 ribu ekor jatah impor sapi bakalan.
Dua Harga
Lebih lanjut Enggartiasto mengungkapkan, pemerintah tengah merancang mekanisme penentuan dua harga daging sapi, yaitu harga daging sapi beku dan harga daging sapi segar.
Mantan politisi partai Nasdem ini bilang, untuk harga daging sapi beku, termasuk daging sapi beku impor, ke depan rata-rata harganya dipatok Rp80 ribu per kg.
Sementara, untuk harga daging sapi segar, rata-rata harganya kemungkinan akan lebih tinggi dari daging beku. Namun demikian, ia belum membeberkan besaran harganya.
"Untuk daging sapi segar akan dibuat skema rata-rata harga daging dan itu harus ada penyerapan daging lokal dari peternak," pungkasnya. (bir)