Direktur Pelaksana Moody's, Stephen Long mengatakan aset bermasalah akan naik dari tingkat yang umumnya rendah karena ekspansi kredit sebelumnya yang cepat, peningkatan perusahaan dan daya serap rumah tangga. Selain itu karena masalah kredit yang sedang berlangsung dan tantangan dalam komoditas dan industri siklis.
"Arus modal swasta asing akan tetap fluktuatif di negara berkembang Asia, menekan mata uang domestik dan melemahkan kondisi operasional bank. Kenaikan harga properti di Asia Pasifik akan lebih menambah risiko kredit bagi bank," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (13/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait masalah leverage (daya serap dan perputaran kredit) perusahaan mempengaruhi kualitas aset bank, Moody's menilai hal tersebut umumnya tetap tinggi di Asia Pasifik.
Untuk bank di China, secara khusus Moody's menyatakan bahwa bank-bank akan terus menghadapi tantangan kredit, karena lingkungan operasional akan tetap menantang. Hal itu mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, peningkatan restrukturisasi sektor korporasi, dan kenaikan kekhawatiran atas lonjakan harga aset di beberapa daerah .
Adapun dukungan pemerintah bagi bank dinilai akan tetap tinggi, karena regulator di Asia Pasifik tidak tertarik untuk memakai opsi penyelamatan (bail-in). Hong Kong adalah satu-satunya pengecualian di kawasan ini, dengan rezim resolusi operasional.
Moody's juga membahas masalah risiko dan peluang yang muncul, dan menilai bahwa penerbitan obligasi oleh bank-bank di Asia Pasifik akan meningkat. Sementara, kompetisi yang ditimbulkan oleh perusahaan-perusahaan teknologi keuangan akan meningkatkan pengembangan dan pemberian layanan keuangan bank.
Adapun 16 sistem perbankan yang dianalisis oleh Moody adalah: Australia (negatif outlook sistem perbankan), Cina (negatif), Hong Kong (negatif), India (stabil), Indonesia (stabil), Jepang (stabil), Korea (negatif), Malaysia ( stabil), Mongolia (negatif), Selandia Baru (stabil), Filipina (stabil), Singapura (negatif), Sri Lanka (stabil), Taiwan (stabil), Thailand (stabil) dan Vietnam (stabil). (gir)