Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) sepakat untuk meningkatkan suku bunga dana federal pada kisaran 0,5 sampai 0,75 persen. Namun mereka memerlukan "tahapan" untuk meningkatkan kemajuan.
Kenaikan suku bunga dari kisaran sebelumnya yaitu 0,25-0,5 persen adalah kenaikan pertama sejak Desember 2015 dan kedua kalinya selama satu dekade terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak analis memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga secepatnya jika Trump menjanjikan belanja infrastruktur dan pemotongan pajak bahan bakar inflasi lebih cepat.
"Mengingat kekurangan sekarang ini dari inflasi dua persen, Komite akan secara cermat memantau dengan aktual setiap kemajuan yang diharapkan untuk mencapai tujuan inflasi tersebut," katanya seperti dikutip AFP, Kamis (15/12).
Dalam proyeksi ekonomi mereka, para pejabat Fed memproyeksikan tiga kenaikan suku bunga pada 2017, menempatkan suku bunga 1,4 persen pada akhir tahun. Kemudian akan menaikkan pada penutupan 2018 menjadi 2,1 persen.
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung menilai rencana kenaikan suku bunga the Fed tidak akan mengejutkan Indonesia. (pmg/pmg)