Seperti diketahui, The Fed menaikkan suku bunga acuannya menjadi 0,5-0,75 persen setelah satu tahun bertahan pada 0,25-0,5 persen, dan memberi indikasi akan menaikkan suku bunga hingga tiga kali selama 2017.
"Tentunya BI harus mencermati move yang akan dilakukan The Fed karena kalau The Fed menaikkan (suku bunga), kita harus menghitung benar apakah pelonggaran moneter akan bisa menjaga kestabilan rupiah," ujar Bambang seperti dilansir dari Antara, Jumat (16/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun nilai tukar rupiah semakin melemah pasca pengumuman kenaikan suku bunga acuan AS, ia mengaku tidak pesimistis bahwa pelemahan rupiah akan terus berlanjut. Hal itu mengingat upaya pemerintah yang terus menjaga fundamental ekonomi Tanah Air.
Sebelumnya, Bank Indonesia memutuskan menahan suku bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" sebesar 4,75 persen mengingat ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi dan ancaman terhadap laju inflasi dari kelompok harga barang yang diatur pemerintah.
BI hingga saat ini masih memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed sebanyak dua kali pada 2017. (gir/antara)