Menurut Tirta, hal ini dilakukan sengaja di tengah ketidakpastian pasar keuangan global dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Ia menilai, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah dilakukan sebelumnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
"BI akan mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan dengan proses pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung," ungkap Tirta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan berasal dari pertumbuhan ekonomi negara berkembang seperti India dan China. Selain itu, harga komoditas juga menjadi indikator lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi global. Namun demikian, BI memandang tetap perli mewaspadai risiko global yang berasal dari ketidakpastian arah kebijakan AS, khususnya kebijakan fiskal dan perdagangan internasional. (gen)