Seperti dilansir dari Reuters, imbal hasil Treasury AS menanjak, melanjutkan tren mingguan. Pasar tampaknya menyesuaikan apa yang diharapkan menjadi masa liburan tenang untuk data ekonomi.
Jason Ware, Kepala Investasi Albion Financial Group menyatakan, berita kapal perang China telah merebut drone bawah air yang digunakan oleh kapal oseanografi AS di Laut Cina Selatan memicu beberapa kekhawatiran tentang ketegangan geopolitik dan menambah tekanan pada saham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah itu saham yang melonjak pasca pemilu, atau aksi jual obligasi, atau dolar naik, sudah ada banyak penyesuaian di pasar dalam waktu yang sangat singkat," kata Ware.
Saham AS berakhir lebih rendah dan S&P 500 membukukan kerugian sedikit selama seminggu, terbebani oleh penurunan 4,3 persen pada saham Oracle.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 8,83 poin atau 0,04 persen ke 19.843,41, indeks S&P 500 kehilangan 3,96 poin atau 0,18 persen. ke 2.258,07 dan Nasdaq Composite turun 19,69 poin atau 0,36 persen ke 5.437,16.
Di pasar valuta asing, indeks dolar AS, yang mengukur mata uang tersebut terhadap sekeranjang enam mata uang utama lain, beringsut melemah. Namun sempat menyentuh level tertinggi 14-tahun setelah pertemuan The Fed Rabu lalu. Indeks itu berakhir di 102,81 turun 0,2 persen.