Prospek produksi yang lebih rendah membuat Bank AS Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga WTI untuk kuartal kedua 2017 menjadi US$57,50 per barel dari US$55.
Seperti dilansir dari Reuters, harga minyak Brent berjangka naik US$1,19, atau 2,2 persen, untuk menetap di US$55,21 per barel. Sementara minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) naik US$1, atau 2 persen untuk menetap di US$51,90 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini naik karena Goldman Sachs mengerek estimasi harga minyak dan Rusia mengatakan perusahaan minyak mereka akan mengurangi produksi," kata Phil Davis, Managing Partner PSW Investments.
Kesepakatan tersebut telah ramai lebih dari dua minggu terakhir, dan meningkatkan ekspektasi bahwa kelebihan pasokan dalam dua tahun akan segera berakhir dan harga tetap mendekati level tertinggi yang terakhir terlihat pada bulan Juli 2015.
Sementara, produsen minyak lainnya termasuk Kuwait dan Arab Saudi telah memberitahu pelanggan bahwa mereka akan mulai memangkas produksi pada Januari.
"Sementara pasar akhirnya akan perlu melihat beberapa bukti pengurangan yang sebenarnya dalam produksi, pembicaraan tentang pemotongan produksi dan pemberitahuan alokasi yang lebih rendah kepada para penyuling cukup untuk mendukung sentimen pasar saat ini," kata Tim Evans, Spesialis Harga Bursa Berjangka Citi Futures (gir)