Hal tersebut disampaikan Jonan saat meninjau lapangan Duri dan Minas di Riau yang dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) bersama Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi.
“Presiden arahannya meminta kita untuk lebih efisien. Ini jadi tantangan bersama bagaimana membuat produksi terus meningkat dengan biaya yang lebih efisien,” kata Jonan, dikutip dari laman Kementerian ESDM, Minggu (18/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Skema gross split lebih efisien, tidak ribet, dan tidak memperdebatkan lagi persoalan biaya-biaya dan administrasi yang panjang,” tegas Jonan.
Lapangan Duri memiliki luas 84 mil persegi (mi2) yang dikelola dengan teknologi steem flood, yaitu menggunakan teknologi operasi injeksi uap untuk memompa minyak mentah berat dari sumur yang relatif dangkal.
Operasi injeksi uap di Lapangan Duri ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Minyak mentah yang dihasilkan Lapangan Duri ini merupakan minyak mentah yang unik, atau dikenal dengan nama Duri Crude.
Di samping itu, Lapangan Minas merupakan salah satu lapangan minyak terbesar yang pernah ditemukan di Asia Tenggara dengan luas 79 mi2.
Lapangan ini dikelola dengan teknologi water-flood yaitu dengan menggunakan injeksi air untuk memompa minyak mentah.
Lapangan Minas menghasilkan minyak Sumatran Light Crude yang terkenal di dunia. Tidak hanya menghasilkan minyak mentah, Lapangan Minas ini juga menghasilkan gas. Sepanjang tahun ini, lapangan minas menghasilkan sekitar 45 ribu barel minyak per hari dan 4,2 ribu Metric Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) gas. (gen)