Dalam penyataan resminya, Selasa (20/12), Dewan Eksekutif IMF menyatakan telah melakukan pertemuan untuk mempertimbangkan perkembangan terakhir di proses hukum di Perancis yang melibatkan Christine Lagarde.
Dewan Eksekutif IMF menyatakan telah mengumpulkan semua hal yang relevan terkait kasus tersebut dalam diskusi, termasuk rasa hormat dan kepercayaan terhadap kepemimpinan Lagarde di IMF .
"Dalam konteks ini, Dewan Eksekutif menegaskan kepercayaan penuh pada kemampuan direktur pelaksana untuk terus secara efektif melaksanakan tugasnya," tulis pernyataan tersebut, dikutip Selasa (20/12).
Menurut Dewan Eksekutif IMF, di bawah kerangka tata kelola, direktur pelaksana ditunjuk oleh dewan eksekutif dan melakukan tugasnya di bawah arahan dewan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dewan Eksekutif berharap untuk terus bekerja dengan direktur pelaksana, untuk menghadapi tantangan sulit yang dihadapi ekonomi global," tukas para dewan.
Sebelumnya, Lagarde dinyatakan bersalah dalam kelalaian menggunakan dana publik saat dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan Perancis. Meski demikian, Lagarde terbebas dari hukuman penjara.
Namun Pengadilan Perancis kemudian memutuskan bahwa Lagarde tak akan menjalani hukuman dan kasus ini tidak masuk dalam rekam jejak kriminal.
Dalam kasus ini, Lagarde dianggap lalai dalam penggunaan uang publik karena menyetujui pembayaran sebesar 400 juta Euro pada Tapie dan bukan malah melakukan banding atas putusan tersebut.
Tapie menunjuk Credit Lyonnais untuk mengatur proses penjualan saham miliknya. Saham milik Tapie terjual dengan harga 318 juta Euro, termasuk komisi untuk Credit Lyonnais.
Setahun kemudian, nilai saham tersebut meroket jadi 533 juta Euro.
Tapie menganggap dirinya telah ditipu dan kemudian mengajukan tuntutan. Di saat yang hampir bersamaan, Credit Lyonnais bangkrut dan pemerintah mengambil alih. Dari situlah pertarungan Tapie dengan pemerintah berlangsung selama lebih dari satu dekade. (gir/gen)