Berdasarkan salinan Keputusan Menteri Keuangan No. 885/KMK.03/2016 Tentang Pembentukan Tim Reformasi Perpajakan, diketahui terdapat empat tim yang dibentuk oleh mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.
Pertama adalah Tim Pengarah yang dipimpin langsung oleh Sri Mulyani dengan tujuh anggota, dimana salah satunya adalah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang ketiga adalah Tim Observer. Tim ini terdiri dari pelaku usaha, lembaga keuangan internasional, hingga wartawan. Dari lini pengusaha, terdapat nama Teddy P. Rahmat bos Grup Triputra, Hariyadi Sukamdani selaku Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Rosan Roeslani dari Kamar Dagang dan Indusri (Kadin).
Terakhir adalah Tim Pelaksana yang dipimpin oleh Suryo Utomo selaku Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak. Tim ini memiliki anggota terbanyak karena menaungi tiga kelompok kerja di bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia; Teknologi Informasi, Basis Data dan Proses Bisnis; dan Peraturan Perundang-undangan.
"Kami akan meminta tolong semua pihak karena ini terlalu penting untuk negara kita. Tim kami juga pasti membutuhkan dukungan dari semua pihak, di Kementerian Keuangan, di seluruh jajaran pemerintah maupun di seluruh jajaran stakeholder yang lain," kata Sri Mulyani saat membuka Kick Off Meeting Tim Reformasi Perpajakan dan Tim Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Selasa (20/12).
Beberapa pihak eksternal yang disebut SMI akan membantu kedua tim tersebut antara lain Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ahli, pengusaha, dan media massa.
Selain itu, Sri Mulyani akan melibatkan peran dunia internasional dengan mengundang keterlibatan Bank Dunia, IMF dan OECD sebagai peninjau tim.
"Kami akan minta dunia internasional yang memiliki kompetensi untuk mendapatkan perbandingan antar negara karena masalah pajak dan bea cukai ini bukan lagi masalah yang eksklusif satu negara tetapi operasi dari banyak perusahaaan maupun entitas ekonomi sudah accross the border," ujarnya. (gir)