"Ada pengalihan tanggung jawab dari Kemenko Kemaritiman ke Kemenko Perekonomian," ungkap Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto usai rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian, Selasa (20/12).
Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, setelah pergantian penanggungjawab ini, pemerintah langsung berkoordinasi untuk membahas sejumlah hal terkait keterlibatan Indonesia dalam CPOPC bersama dengan Malaysia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari Malaysia ada dua orang. Dari kita, ada CEO-nya dan dua orang direktur. Sedang disusun strukturnya," ujar Airlangga pada kesempatan yang sama.
Airlangga menambahkan, pembahasan di tingkat internal pemerintah ini akan berlangsung paling lama sampai Januari 2017 mendatang. Sebab, bulan depan, CPOPC akan menggelar pertemuan.
"Pak Menko baru ditugaskan satu bulan ini, jadi koordinasi penyamaan dulu. Rencananya ada pertemuan dengan CPOPC berikutnya di Jakarta," imbuh Airlangga.
Sebelumnya, pertemuan CPOPC menyepakati sejumlah kesepakatan. Pertama, menyepakati pembentukan struktur pengurus CPOPC. Kedua, Indonesia dan Malaysia masing-masing berkontribusi senilai US$5 juta sebagai kontribusi awal untuk mengoperasikan Sekretariat CPOPC.
Ketiga, CPOPC akan menjadi forum bisnis yang berfungsi mempromosikan kerjasama sektor swasta dalam pengembangan industri kelapa sawit lebih lanjut.
Keempat, mendiskusikan beberapa hal seputar industri kelapa sawit, seperti luas areal penanaman kelapa sawit, presentase luas lahan pertanian yang digunakan untuk budidaya kelapa sawit, dan ekspor kelapa sawit.
Kelima, CPOPC akan menjadi mitra dialog didasarkan atas negara-negara pengimpor dan konsumen minyak kelapa sawit.