Direktur Utama Krakatau Steel Sukandar menjelaskan, nilai investasi yang digunakan untuk akuisisi tersebut sekitar Rp700 miliar. Lahan tersebut otomatis menjadi kawasan ketiga dari KIEC, di mana dua kawasan sebelumnya berada di Cilegon.
"Di kawasan satu luas lahan 550 ha, kawasan dua 80 ha, kawasan tiga itu 500 ha. Jadi total lahannya 1.180 ha," ungkap Sukandar, Selasa (20/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu mulai dipasarkan pada kuartal I tahun 2018," imbuh Sukandar.
Untuk diketahui, KIEC direncanakan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau melakukan penawaran umum saham perdana pada awal tahun ini. Sayang, hal itu ditunda oleh Krakatau Steel untuk melihat kondisi pasar selanjutnya.
Sukandar menjelaskan, KIEC akan memperkuat asetnya saat ini dengan terus menambah landbank. Sehingga, aset perusahaan nantinya akan lebih banyak dari saat ini jika sudah resmi melantai di BEI. Namun, Sukandar tak menjelaskan secara detil berapa target landbank sebagai syarat menuju IPO. (gen)