Deputi Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Yudi Harymukti mengatakan, uang beredar di masyarakat pada pergantian tahun memang lebih rendah jika dibandingkan dengan perayaan Lebaran. Perkiraan BI uang beredar pada tahun baru lebih rendah 2-3 persen dibandingkan uang beredar Lebaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah pasokan uang tunai itu meningkat 10 persen dibandingkan antisipasi pada 2015 yang sebesar Rp85,6 triliun meskipun transaksi non-tunai masyarakat mulai menggeliat tahun ini.
Bank Sentral, lanjutnya, mengestimasi kebutuhan penarikan uang tunai meningkat 3-10 persen karena beberapa faktor, seperti lebih banyaknya hari libur pada Desember 2016 sebanyak sembilan hari, dibandingkan 2015 yang sebanyak tujuh hari.
Selain itu juga, sambung dia, karena gencarnya pencairan anggaran pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pihak swasta.
"Kebutuhan uang tunai juga meningkat karena mulai beredarnya 11 pecahan uang rupiah baru tahun emisi 2016, dan penambahan titik dan frekuensi penukaran baik dari BI maupun perbankan," pungkasnya. (bir/gen)