Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo menjelaskan, target kontrak pada tahun 2017 sebesar Rp102,93 triliun. Total kontrak tersebut terdiri dari target kontrak baru sebesar Rp43,26 triliun dan kontrak yang dibawa dari tahun ini (carry over) sebesar Rp59,67 triliun.
"Proyek infrastruktur yang dijalankan pemerintah banyak sekali misalnya saja jalan tol, tol Lampung-Palembang, lalu Medan sampai Riau, terus dari Jakarta sampai Pasuruan, banyaklah," ungkap Bintang, Kamis (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bintang, peningkatan tersebut berasal dari adanya total kontrak baru pada Desember ini menjadi Rp53,6 triliun. Di mana jumlah tersebut setara dengan pertumbuhan kontrak hingga 112,5 persen jika dibandingkan dengan realisasi perolehan kontrak baru pada periode yang sama tahun lalu Rp25,22 triliun.
Bintang memaparkan, beberapa proyek yang diperoleh hingga pekan kedua bulan ini tersebut diantaranya, konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung, LRT DKI Jakarta, Jalan Tol Gempol Porong, Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) II, Bendungan Cipanas I, Pembangunan Hotel, dan Perkantoran serta Convention Hall Grup Puncak Surabaya.
Lebih lanjut Bintang menjelaskan, tahun depan sendiri perusahaan telah mengkomposisikan asal raihan kontrak. Pihaknya memproyeksikan kontrak tahun depan berasal dari pemerintah sebesar 29,8 persen, BUMN 30 persen, dan swasta 40,3 persen.