"Kalau lihat sejarahnya, Anda akan betul-betul tersentuh bagaimana pada tahun 1928. 88 tahun yang lalu, para perempuan ikut serta dalam proses pembentukan republik ini. Itu sangat menyentuh," kata Sri Mulyani saat ditemui di Hotel Four Seasons, Kamis (22/12).
Presiden pertama Indonesia, Soekarno, menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu di bawah Dekrit Presiden Nomor 316 Tahun 1953. Hal itu, menurut Sri Mulyani, menggambarkan pengakuan bawah perempuan Indonesia tidak hanya peduli terhadap dirinya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai Menteri Keuangan, saya akan coba meminjam dan menggunakan semangat dari perempuan tersebut. Kalau 88 tahun yang lalu saja mereka sudah punya ide besar, kenapa kita tidak melakukannya sekarang dan itu bisa dilakukan oleh kita sebagai perempuan bersama-sama dengan lelaki untuk bekerja sama membangun Republik ini," ujarnya. (gir/gen)