Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menjelaskan, tadi malam pasar saham global bergerak konsolidasi, tutup tipis di teritori negatif di tengah perdagangan yang tipis. Ia merinci indeks Dow Jones dan S&P di Wall Street masing-masing terkoreksi 0,12 persen dan 0,19 persen di 19.918,88 dan 2.260,96.
Sementara, data ekonomi AS yang keluar tadi malam yakni core durable goods orders November 2016 naik 0,5 persen secara bulanan, di atas perkiraan 0,2 persen. Hal itu kembali mengkonfirmasi peningkatan aktivitas bisnis di AS dan akan memperkuat rencana ekonomi Trump mendorong pertumbuhan ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, IHSG lagi-lagi berada di zona negatif pada perdagangan kemarin. IHSG kemarin ditutup pada level 5.042,870 atau terkoreksi 68,522 poin (1,34 persen).
“Seluruh saham sektoral mengalami koreksi,” imbuh David.
Hari ini, IHSG kembali diprediksi bergerak negatif karena minimnya sentimen positif dan ekspektasi atas penguatan dolar pada 2017 dan kenaikan bunga The Fed. Hal tersebut otomatis meningkatkan keluarsnya arus dana asing (capital outflow) di emerging market termasuk Indonesia.
Sebenarnya, kondisi ini telah terjadi beberapa pekan terakhir, di mana tercatat asing selalu tercatat jual bersih (net sell). Dengan begitu, David memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.010 dan resisten 5.110.
“Pelaku pasar cenderung bermain safe dan aksi beli sifatnya selektif dalam volume terbatas terutama menyasar saham-saham yang memiliki isu individual menarik seperti pembagian dividen interim,” jelas David.
Menurutnya, koreksi wajar merupakan peluang bagi pelaku pasar untuk melakukan aksi beli jangka pendek maupun menengah. Ia memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.002 dan resisten 5.221.
“IHSG sedang mengantisipasi libur panjang, kondisi perekonomian yang masih cukup stabil sehingga dapat menopang pola gerak IHSG, hari ini IHSG berpotensi melakukan teknikal rebound,” ungkap William dalam risetnya. (gir)