"Realisasi penerimaan sudah 80 persen sudah lumayan," ujar Erwin Hariadi, Kepala Seksi (Kasi) Pemantauan Penerimaan Direktorat Penerimaan dan Perencanaan Strategis DJBC Kemenkeu melalui kanal radio DJBC, Selasa (27/12).
Jika dirinci, realisasi penerimaan cukai tercatat sebesar Rp114,11 triliun atau 77,1 persen dari target Rp148,09 triliun, penerimaan bea masuk sebesar Rp31,55 triliun atau 94,5 persen dari target Rp33,37 triliun, dan penerimaan bea keluar sebesar Rp2,83 triliun atau sekitar 113 persen Rp2,5 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Erwin mengakui, penerimaan bea dan cukai pada pekan ketiga bulan terakhir di 2016 masih masuk kategori merah.
Lebih lanjut Erwin melanjutkan, meskipun tersisa empat hari jelang tutup tahun, DJBC optimis penerimaannya bisa mencapai setidaknya 97 persen dari target APBNP 2016. Soalnya, masih ada penerimaan sekitar Rp30 triliun dari pelunasan kredit cukai hasil tembakau (CHT) yang akan jatuh tempo pada akhir bulan.
"Jadi, semua kredit CHT itu jatuh tempo rata-rata pada tanggal 29-30 setiap bulan yang merupakan tanggal terakhir semua pembayaran. Saat ini, masih ada sekitar Rp30 triliun lagi yang akan jatuh tempo pada 30 Desember 2016," terang dia.
Diharapkan, dalam empat hari ke depan, tidak ada gangguan sistem yang mengganggu proses pembayaran cukai. "Kita doakan saja semoga sistem berjalan lancar di akhir tahun," pungkasnya. (bir/gen)