Direktur Utama IBPA Yoyok Isharsaya menyatakan, peningkatan volume perdagangan obligasi tersebut menjadi Rp13,58 triliun per hari dibanding dengan tahun 2015 sebesar Rp12,42 triliun per hari.
"Peningkatan juga terjadi pada rata-rata total frekuensi harian yang naik dari 644 per hari pada 2015 menjadi 817 per hari pada 2016,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (3/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obligasi pemerintah dengan nomor seri SR008 sukses menjadi obligasi yang paling aktif diperdagangan sepanjang tahun lalu dengan total volume sebesar Rp82,79 triliun dan total frekuensi sebanyak 27.695 kali transaksi.
Sementara itu, peningkatan rata-rata volume perdagangan pada obligasi korporasi 2016 tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan peningkatan obligasi pemerintah yakni, 19,34 persen menjadi Rp900,38 miliar per hari dibanding tahun 2015 Rp754,48 miliar per hari.
Kemudian, rata-rata frekuensi harian naik menjadi 97 kali per hari dari sebelumnya 91 kali per hari. Sedikit berbeda dengan obligasi pemerintah, rata-rata volume perdagangan dan rata-rata frekuensi harian terus alami peningkatan sejak 2014.
Adapun, positive return Indonesia Composite Bond Index (ICBI) secara tahun berjalan mencapai 13,74 persen ke level 208,4493 dari sebelumnya 183,2579. Pencapaian ini lebih tinggi jika dibandingkan positive return pasar obligasi tahun 2015 yang hanya 4,2 persen.