Direktur Pengembangan Usaha Kimia Farma Pujianto menjelaskan, dari total enam anak usaha yang dimilikinya, Kimia Farma Apotek dinilai paling mumpuni untuk menjadi perusahaan publik karena performanya yang paling kuat diantara yang lainnya.
"Kimia Farma Apotek menyumbang omzet ke induk usaha sekitar 40 persen," ucap Pujianto, Rabu (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tidak bisa tahun ini untuk IPO karena tunggu holding farmasi dari Kementerian BUMN dulu," imbuh dia.
"Lalu kami sadari juga pencairan dana paling murah itu memang lewat IPO," terang Pujianto.
Sekadar informasi, penjualan Kimia Farma Apotek hingga akhir tahun 2016 diperkirakan dapat mencapai Rp3,1 triliun. Tahun ini, Kimia Farma Apotek menargetkan kenaikan penjualan 21 persen hingga 22 persen.
Sementara, Kimia Farma Apotek telah memiliki 900 gerai apotek dan akan menambah lagi gerainya hingga 1.000 gerai pada tahun ini dengan nilai investasi sebesar Rp200 miliar. (gen)