Direktur Utama KCJ M Nurul Fadhil mengatakan, penambahan penumpang ini bisa terjadi mengingat pertumbuhan penumpang per harinya cukup signifikan. Menurut data yang dikantonginya, pertumbuhan volume penumpang KRL per harinya pada 2016 lalu sebanyak 18,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Melihat target penumpang yang semakin melonjak, maka alur pergerakan penumpang pun harus lancar," ujar Fadhil, Rabu (11/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penambahan sarana ini, sambung Fadhil, merupakan kelanjutan dari penyediaan yang dilakukan sejak tahun lalu. Tahun lalu, KCJ tercatat menambah 200 gate elektronik dan sedang menyelesaikan pembangunan beberapa underpass di beberapa stasiun, antara lain Stasiun Cilebut, Tebet, Bojonggede, Citayam, Pondok Ranji, dan Sudimara.
"Kami harapkan penyelesaian pembangunan underpass selesai pada tahun ini," jelasnya.
Sayang, Fadhil enggan menyebut jumlah kereta yang akan ditambah tahun ini. Hingga akhir 2016, KCJ mengoperasikan 18 kereta yang memiliki rangkaian 12 kereta, dan 29 kereta yang memiliki rangkaian 10 kereta.
"Tentu saja penambahan kereta ini diiringi dengan perluasan peron. Saat ini, perpanjangan peron tengah dilakukan di Stasiun Pasar Minggu, Pasar Minggu Baru, Citayam, Cakung, Sudimara, Pondok Ranji, dan Lenteng Agung," imbuh Fadhil.
Kendati demikian, Fadhil memastikan perseroan tidak akan menambah jam operasional commuter line, mengingat ada kebutuhan waktu untuk perawatan kereta dan stasiun. "Kami butuh perawataan kereta dan stasiun kira-kira empat jam dalam sehari. Kami tak ingin nantinya kenyamanan penumpang malah terabaikan," jelasnya.
Sebagai informasi, rata-rata penumpang harian commuter line mencapai 833,67 ribu orang di sepanjang tahun lalu. Puncak volume tertinggi terjadi pada 2 Juni 2016 sebanyak 931,08 ribu orang. KCJ menargetkan jumlah penumpang commuter line bisa mencapai 1,2 juta orang pada 2019 mendatang. (bir/gen)