Dikutip dari Reuters, nilai tukar dolar AS melorot setelah pidato Trump yang dinilai mengecewakan investor. Semakin lemah nilai tukar, maka harga minyak dengan denominasi dolar AS juga semakin kurang darah.
Penguatan harga minyak juga ditengarai oleh penurunan persediaan di hub minyak berjangka di Cushing, Oklahoma, AS, yakni sebanyak 579 ribu barel pada pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, eksportir minyak terbesar di dunia, Arab Saudi melansir telah memberitahu konsumennya di Asia terkait rencana memangkas suplai pada Februari 2017.
Pelaku pasar di Eropa dan Cina dikabarkan mengimpor 22 juta barel minyak mentah dari Laut Utara dan Azerbaijan ke Asia pada bulan ini. Angka tersebut terbilang rekor baru dalam beberapa waktu terakhir.
Apalagi, Irak, yang merupakan produsen minyak terbesar kedua di antara anggota OPEC, berencana untuk meningkatkan ekspor dari pelabuhan Basra menjadi 3,64 juta barel pada Februari mendatang.
Di sisi lain, laporan Energy Information Administration (EIA) menyebut, produksi minyak mentah AS juga diperkirakan meningkat dari 110 ribu barel per hari menjadi 9 juta barel per hari pada tahun ini.