Direktur Kepatuhan Bank Mayapada Rudy Mulyono menuturkan, total nilai yang akan dikeluarkan dari kedua aksi korporasi tersebut yakni sebesar Rp2 triliun. Di mana komposisinya Rp1 triliun untuk obligasi dan rights issue Rp1 triliun.
"Suntik modal kisarannya bisa sampai Rp2 triliun. Porsinya setengah-setengah. Bank itu harus suntik modal terus untuk tumbuh," ungkap Rudi, Jumat (13/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini bertambah, kalau tidak salah untuk rights issue dari Rp500 miliar, Rp650 miliar, kemudian tahun kemarin Rp1 triliun, tahun ini Rp1 triliun. Tapi tahun ini ditambah juga obligasi Rp1 triliun," jelas Rudi.
"Nanti tergantung kondisi pasar, jenis juga untuk obligasi subordinasi atau bukan nanti kami lihat dulu," katanya.
Dengan penambahan modal ini, ujar Rudi, pihaknya berharap dapat menjaga capital adequacy ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal di level 15 persen tahun ini. Sementara, rasio kecukupan modal Bank Mayapada tahun lalu berkisar pada level 14,5 persen.
Adapun, jumlah modal perusahaan tahun 2016 secara unaudited naik sekitar 61 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi hampir Rp7,3 triliun dari tahun 2015 sebesar Rp4,5 triliun. Sementara, modal inti perusahaan telah mencapai sekitar Rp6,2 triliun.
"Dana dari rights issue kemarin sudah masuk Rp1 triliun, sesuai target," ungkap dia.
"Bank BUKU III kan harus Rp5 triliun, secara de facto sudah BUKU III, tapi masih ada proses lagi, pengakuan dari OJK," terangnya.
Sekadar informasi, Bank Mayapada secara resmi telah menyetujui usulan pemberhentian Suwandy selaku Direktur perusahaan dan mengangkat Winarto sebagai Komisaris Independen.
"Pengangkatan komisaris independen ini untuk meningkatkan tata kelola di perusahaan," pungkas Rudi. (gen)