Direktur Utama PT PP Tumiyana mengatakan, dengan capaian tersebut, total order book yang berhasil diraih yaitu sebesar Rp71,5 triliun. Jumlah itu sudah termasuk carry over tahun 2015 sebesar Rp39 triliun.
“Perseroan telah bekerja secara maksimal sehingga target-target kinerja perusahaan yang ditetapkan pada awal tahun dapat dicapai,” ujar Tumiyana dalam keterangan resmi, Senin (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa proyek besar yang berhasil diraih perseroan pada tahun 2016, antara lain 2 (dua) ruas Jalan Tol senilai masing-masing Rp3 triliun dan Rp2,7 triliun, PLTGMG Paket 7 100 megawatt yang berada di 4 (empat) lokasi (Flores, Nabire, Bontang, Ternate).
Selain itu, pembangunan Gedung BNI Tower Rp714 miliar, AEON Mall Sentul Rp689 miliar, Tunjungan Boulevard Rp655 miliar, Bedungan Sukoharjo Lampung Rp555 miliar, Apartemen Pertamina RU di Balikpapan Rp497 miliar.
Incar Pertumbuhan Agresif
Tumiyana menambahkan, selain berhasil melampaui target kontrak baru 2016, perseroan juga meyakini dapat melampaui target laba bersih yang telah dicanangkan di awal tahun 2016. Perseroan menargetkan perolehan kontrak baru tahun 2017 dapat tumbuh lebih dari 20 persen dibandingkan target tahun 2016 yang berjumlah sekitar Rp31 triliun.
Dengan target kontrak baru 2017 dan kontrak carry over, Perseroan menargetkan pendapatan tahun 2017 tumbuh lebih dari 50 persen dibandingkan dengan target tahun 2016 yang berkisar Rp17-19 triliun. Dari target tersebut, Perseroan memiliki ekspektasi laba bersih komprehensif dapat tumbuh 40-50 persen di tahun 2017 ini.
“Perseroan sangat optimistis dapat melampaui target kontrak baru tahun 2017 yang tumbuh lebih besar dari 20 persen. Hal itu didukung oleh program-program yang telah dicanangkan pemerintah saat ini untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di Indonesia,” ujar Tumiyana.
Lebih lanjut, guna mendukung peningkatan kinerja perusahaan di tahun 2017, perseroan akan melakukan berbagai aksi korporasi, antara lain stock split saham dan rights issue PT PP Properti Tbk, melaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) tiga Anak Perusahaan, yaitu PT PP Pracetak, PT PP Peralatan dan PT PP Energi.