Suku bunga kredit berdenominasi rupiah pada kuartal I 2017 rata-rata diprediksi sebesar 12,51 persen untuk kredit modal kerja. Sementara, untuk kredit investasi dan konsumsi masing-masing sebesar 12,77 persen dan 15,36 persen.
Angka itu tercatat turun apabila dibandingkan dengan rata-rata suku bunga kredit periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal I 2016, bunga kredit modal kerja sekitar 12,52 persen, kredit investasi 12,81 persen, termasuk kredit konsumsi 15,42 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti disampaikan Irwan Lubis, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK, belum lama ini, industri perbankan mematok target pertumbuhan kredit cukup tinggi, bahkan lebih tinggi dari proyeksi OJK sendiri yang berada di kisaran 11 persen hingga 12 persen.
Kartu Kredit Paling Jatuh
Khusus kredit konsumsi, penurunan suku bunga kredit tertinggi diperkirakan terjadi pada lini usaha kartu kredit, yaitu sekitar 56 basis poin (bps). Diikuti oleh kredit tanpa agunan yang turun 17 bps, dan kredit multiguna sebesar 4 bps.
Adapun, penurunan bunga kartu kredit tidak terlepas dari aturan batas maksimal bunga yang dirilis BI. Dalam beleid itu, BI menyeret turun bunga kartu kredit dari 2,95 persen menjadi hanya 2,25 persen per bulan. Beleid ini berlaku mulai 1 Juni 2017.
Ada kekhawatiran upaya menurunkan bunga kartu kredit itu akan menekan pendapatan lini bisnis ini. Namun, Anggoro Eko Cahyo, Direktur Consumer Banking BNI menanggapi santai kekhawatiran tersebut.
Setali tiga uang, Santoso, Direktur PT Bank Central Asia Tbk bilang, penurunan bunga kartu kredit justru akan membawa berkah lain. Yaitu, mendorong semakin banyak masyarakat menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran, sehingga outstanding kartu kredit meningkat.