“PT Plaza Indonesia Realty Tbk telah menandatangani fasilitas pinjaman sebesar US$130 juta dan Rp600 miliar pada Senin, 16 Januari 2017,” kata Direktur Plaza Indonesia, Lucy Suyanto dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Rabu (18/1).
Ia menjelaskan, fasilitas pinjaman tersebut ditandatangani dengan CIMB Bank Berhad dan PT Bank CIMB Niaga Tbk sebagai pengatur utama dan bookrunners; Qatar National Bank, Woori Bank, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai arrangers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lucy mengaku, jadwal pelaksanaan buyback saham dapat diperpanjang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dan persetujuan dari OJK serta BEI. Adapun jumlah saham yang dibeli kembali sekitar 8 persen dari modal disetor dan ditempatkan dalam perseroan atau sebanyak 284 juta saham.
Jumlah itu berasal dari naiknya pendapatan Plaza Indonesia menjadi Rp1,219 triliun pada sembilan bulan pertama 2016, dari Rp1,2 triliun pada periode yang sama 2015. Laba kotor pun naik menjadi Rp781,11 miliar dari Rp772,36 miliar.
Tak hanya itu, pendorong utama melonjaknya laba bersih Plaza Indonesia adalah tercatatnya keuntungan lain-lain bersih sebesar Rp27,76 miliar. Berbalik dari rugi lain-lain bersih Rp186,42 miliar pada periode yang sama 2015.
Di sisi nilai aset, per 30 September 2016 Plaza Indonesia mencatatkan angka Rp4,081 triliun, turun dari Rp4,67 triliun pada akhir 2015. Sementara, dalam periode yang sama, total kewajiban (liabilitas) Plaza Indonesia mencapai Rp2 triliun, turun dari Rp2,26 triliun.