Direktur Utama Peruri Prasetio menyebut, tahun ini Peruri menargetkan mampu meraup pendapatan hingga Rp4 triliun, naik dari pendapatan tahun lalu yang mencapai Rp2,5 triliun.
"Kami perkirakan pertumbuhan bisa mencapai 50 persen, ini suatu pertumbuhan yang baik," kata Direktur Utama Peruri, Prasetio di kawasan pabrik Peruri Karawang, Rabu (18/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus tahun ini, Peruri akan mencetak uang kertas sebanyak 12,9 miliar bilyet atau lembar, dan uang logam sebanyak 2,5 miliar keping. Penugasan ini berdasarkan PP Nomor 32 Tahun 2006 tentang perusahaan umum percetakan uang Republik Indonesia.
Di samping itu, lanjut Prasetio, Peruri juga akan terus melakukan penyehatan anak perusahaan Peruri secara bertahap terus dilakukan dan tahun ini diprogamkan lebih intensif lagi agar kontribusinya semakin besar.
Sebagai informasi, saat ini Peruri memiliki sebanyak empat anak usaha yakni PT. Peruri Digital Security (PDS), PT. Peruri Wira Timur (PWT), PT. Kertas Padalarang (PTKP) dan perusahaan afiliasi PT. Sicpa Peruri Securink (SPS).
"Anak perusahaan kami kontribusinya masih kecil. Kami masih menata. Kalau melihat roadmap BUMN, Peruri harus membangun pabrik kertas uang di dalam negeri, tapi sampai hari ini kajian strategisnya masih dibahas," ujarnya.