Ketua KPPI Ernawati mengatakan, inisiasi penyelidikan itu dilakukan untuk mencegah terjadi kembali kerugian serius akibat produk impor di pasar lokal. Ia menjelaskan, produk itu termasuk dalam pos tarif Harmonized System Ex. 7210.61.11.00.
“Barang impor yang tetap masuk dan dijual dengan harga murah, serta pangsa pasar yang cenderung turun membuat PT NS BlueScope dan PT Sunrise Steel mengajukan permohonan perpanjangan atas pengenaan BMTP impor ke KPPI,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (20/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pemohon merasa belum maksimal melakukan penyesuaian struktural sebagai akibat dari tetap masuknya barang impor dengan harga yang murah dan pangsa pasar pemohon yang cenderung turun, sehingga BMTP diperlukan untuk mencegah kembali terjadinya kerugian serius,” kata Ernawati.
Saat ini impor Produk Canai Lantaian dari Besi atau Baja Bukan Paduan diatur berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 137.1/PMK.011/2014 tentang Pengenaan BMTP terhadap Produk Canai Lantaian dari Besi atau Baja Bukan Paduan.
Dalam PMK tersebut, ditetapkan bea masuk dengan besaran Rp4.998.784/ton di tahun I, sebesar Rp4.314.161/ton di tahun II, dan sebesar Rp3.629.538/ton di tahun III. Ketentuan ini berlaku sejak 22 Juli 2014 sampai 21 Juli 2017.
Berdasarkan data per semester, pada tahun 2015 semester 1 volume impornya sebesar 28.177 metrik ton, pada semester 2 tahun 2015 sedikit meningkat menjadi sebesar 28.811 metrik ton, dan pada semester 1 tahun 2016 sebesar 47.410 metrik ton.