Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso menjelaskan, perusahaan masih melakukan kajian terkait poin-poin persetujuan PPA yang belum disepakati. Sehingga, PPA tidak bisa dilaksanakan hari ini.
Kendati demikian, ia enggan membeberkan poin-poin PPA yang masih jadi masalah. "Nanti saja kami umumkan masalahnya apa saja. Tapi kami kasih waktu lagi untuk pelaksanaan PPA-nya," jelas Iwan kepada CNNIndonesia.com, Senin (23/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga dalam pekan ini Insya Allah PPA bisa diteken," jelasnya.
Terlebih, pelaksanaan PPA ini juga dianggap melebihi tenggat waktu yang tercantum di dalam Letter of Intent (LoI), yaitu 45 hari setelah pengumuman lelang.
PLN mengatakan, lamanya penandatanganan PPA ini tersandung delapan hal. Dua diantaranya adalah syarat-syarat pemberian pinjaman (bankability) dan pasokan gas.
PLTGU Jawa 1 sendiri merupakan proyek senilai US$2 miliar. Pembangkit ini memiliki kapasitas sebesar 2x800 Megawatt (MW). Di dalam lelang pembangkit ini, konsorsium Pertamina mengalahkan pesaing lain yaitu konsorsium PT Adaro Energi Tbk - Sembcorp, konsorsium Mitsubishi Corporation - JERA - PT Rukun Raharja Tbk - PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), serta konsorsium PT Medco Power Generation Indonesia - Nebras Power - Korea Electric Power Corporation. (gen)