"Justru saya kira ini akan memperjelas apa yang telah kita lakukan dalam dua tahun terakhir yang sangat fokus dalam pembenahan biaya-biaya terkait armada," tutur Arif kala ditemui di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Selasa (24/1).
Menurut Arif sebagai perusahaan publik, Garuda telah menjalankan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) semaksimal mungkin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat Garuda Indonesia dalam proses perawatan berkala. (CNN Indonesia/Safir Makki). |
Biaya terkait armada sendiri meliputi biaya sewa (leasing), biaya perawatan, dan biaya asuransi. Karenanya, dalam dua tahun terakhir, korporasi melakukan renegosiasi besar-besaran terhadap kontrak terkait operasional.
Ke depan, seperti yang diinstruksikan Menteri BUMN Rini Soemarno, Arif berkomitmen untuk terus menjaga GCG dan integritas perseroan.
"Jadi ini yang menjadi landasan kita dalam menjalankan perusahaan yang besar, perusahaan publik, GCG dan integritas menjadi sesuatu yang sangat pentng dan vital," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pekan lalu, KPK menetapkan bekas Emirsyah sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan mesin pesawat Rolls-Royce. Selain itu, KPK juga menjerat Emirsyah atas dugaan menerima suap terkait pengadaan mesin pesawat jenis Airbus. Emir diduga menerima suap berupa barang dan uang dalam beberapa mata uang senilai sekitar Rp20 miliar.
Catatan redaksi:
Berita ini mengalami perubahan judul dari sebelumnya "Garuda Indonesia Renegosiasi Kontrak Pesawat Warisan Emirsyah" menjadi "Garuda Indonesia Renegosiasi Semua Kontrak Pesawat". Terima kasih. (gen)
Pesawat Garuda Indonesia dalam proses perawatan berkala. (CNN Indonesia/Safir Makki).