Wakil Direktur Pertamina Ahmad Bambang mengungkapkan, kebutuhan impor bahan bakar untuk pesawat mencapai 3.180 kiloliter (Kl) per hari sehingga perseroan membidik produksi avtur kilang Balongan bisa mencapai 1.900 Kl per hari.
"Kalau 1.900 Kl per hari bisa diproduksi sendiri, berarti impornya tinggal 1.200-an Kl per hari," ucap pria yang akrab disapa Abe di kantornya, Selasa (24/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam catatan Pertamina, ada beberapa bandar udara yang memiliki kebutuhan avtur dalam jumlah besar, seperti Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Bandar Udara International Ngurah Rai, Bandar Udara International Sultan Hasanuddin, Bandar Udara International Juanda, dan Bandara Udara Internasional Halim Perdanakusuma.
Selain itu, Pertamina ingin produksi yang meningkat dapat menurunkan harga jual avtur sekaligus memangkas biaya distribusi yang selama ini masih cukup besar.
Ia mencontohkan, selama ini jalur distribusi masih kurang efisien. Produksi avtur umumnya didistribusikan ke Bandara Soekarno Hatta yang selanjutnya didistribusikan lagi ke beberapa bandara terdekat, seperti Bandara Halim, Lapangan Terbang Pondok Cabe, dan Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara.
Namun, Pertamina ingin membangun pipa transmisi untuk distribusi avtur dan membuat distribusi ke bandara lain langsung diberikan tanpa perlu memasoknya terlebih dahulu ke Bandara Soekarno Hatta.
"Kalau itu bisa, bukan hanya soal impor, tapi saya bisa efisiensi dari sisi distribusinya," tegasnya.
Adapun Pertamina menyebutkan pernah berusaha memproduksi avtur, namun jumlahnya masih sangat kecil, hanya sekitar 200 Kl per hari.
Namun, Abe bilang, perusahaan minyak terbesar di dalam negeri tersebut akan berupaya sedemikian rupa untuk menggenjot produksi avtur di kilang Balongan.
Menurutnya, Pertamina telah memetakan skema produksi bertahap yang akan dikejar pada kilang Balongan. Selain itu, Pertamina menyebut akan menggunakan teknologi dan melakukan perawatan rutin atau turn around pada kilang sehingga kinerja kilang maksimal. (gir)