Seperti dilansir dari Reuters, harga minyak mentah berjangka AS untuk pengiriman Maret menetap di US$52,75 per barel, turun 43 sen setelah sebelumnya jatuh serendah US$52,56 per barel. Sementara harga minyak mentah Brent turun 36 sen pada US$55,08 per barel.
"Minyak mentah di tengah-tengah rentang perdagangan yang mulai terungkap pada awal Desember. Kita memiliki pasar dengan kebiasaan serius, yang menelan terlalu banyak spekulasi," kata Walter Zimmerman, Chief Technical Analyst ICAP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Energy Information Administration (EIA) AS melaporkan bahwa stok minyak mentah, bensin dan diesel naik, membenarkan laporan dari kelompok perdagangan, American Petroleum Institute (API) pada Selasa malam lalu.
Sebelumnya, harga minyak telah menemukan dukungan dalam beberapa pekan terakhir karena rencana OPEC dan produsen lain untuk memotong produksi. Sekitar 1,5 juta barel per hari (bph) telah dipotong dari pasar, dari 1,8 juta barel per hari yang disepakati oleh produsen besar mulai 1 Januari.
Janji Presiden Donald Trump untuk mendukung industri minyak AS telah mendorong analis untuk merevisi naik perkiraan mereka soal pertumbuhan produksi minyak dalam negeri, yang sudah mendapatkan manfaat dari harga yang lebih tinggi. (gir)