Seperti dilansir dari Reuters, indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang sedikit berubah, tapi di jalur penguatan untuk mengakhiri minggu dengan kenaikan 1,9 persen.
Indeks Nikkei N225 Jepang naik 0,3 persen, memperpanjang keuntungan untuk minggu ini menjadi 1,7 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun di Wall Street, Dow Jones Industrial Average naik 0,2 persen. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi selama sesi perdagangan, tetapi beringsut kembali ke ditutup naik tipis setelah dua hari menguat tajam.
"Sekitar sepertiga dari perusahaan di indeks S&P 500 sekarang telah melaporkan dan secara keseluruhan lebih tinggi dari perkiraan konsensus," katanya.
Saham Eropa naik ke level tertinggi satu tahun pada Kamis, terangkat oleh saham Johnson & Johnson usai kesepakatan untuk membeli perusahaan bioteknologi Swiss Actelion dengan nilai US$30 miliar. Indeks DAX Jerman membukukan penutupan tertinggi sejak Mei 2015.
Adapun indeks dolar AS, DXY, yang membandingkan mata uang tersebut terhadap saingan mata uang perdagangan lain, naik 0,1 persen ke level 100,50, menambah kenaikan 0,35 persen pada Kamis.
Dari pasar komoditas, harga minyak stabil di awal perdagangan, mempertahankan kenaikan yang solid dari Kamis yang didorong oleh kebangkitan nafsu investor, tetapi lonjakan persediaan AS menahan kenaikan.
Di sisi lain, harga emas merosot lebih rendah pada hari Jumat di sesi keempat, karena investor membuang logam mulia untuk produk yang lebih berisiko, dengan imbal hasil tinggi.
Harga spot emas turun 0,1 persen menjadi US$1,187.50 per ounce, menuju kerugian 1,8 persen untuk minggu ini, penurunan mingguan pertama dalam lima pekan, dan kinerja mingguan terburuk tahun ini. (gir)